Manajemen Chris John harus
memenuhi kekurangan dana sebesar 100 ribu dolar AS meskipun pertandingan antara
juara dunia kelas bulu antara Chris John melawan penantangnya, Rocky Juarez, di
Amerika Serikat ditunda.
"Dana 100 ribu dolar AS itu diperuntukkan bagi
pembelian tiket warga Indonesia
di Los Angeles
pada pertarungan kedua petinju yang dijadwalkan kembali digelar Oktober
2009," kata Asisten Manajer Herry’s Gy, Toni Priatna, ketika dihubungi
dari Semarang,
Minggu.
Menurut dia, sebenarnya dana bagi pembelian tiket itu adalah sebesar 150 ribu
dolar AS tetapi sebesar 50 ribu dolar AS sudah disalurkan untuk membeli tiket
pada saat pertarungan 27 Juni 2009. "Pertarungan pada saat itu
memang batal tetapi kita tidak mungkin bisa menarik tiket yang sudah tersebar.
Akhirnya kita biarkan hal itu dan sisanya 100 ribu dolar AS untuk pertarungan
kedua petinju Oktober mendatang," katanya.
Sebelumnya, Golden Boy Promotions (GBP) milik Oscar de La Hoya meminta kubu
Chris John untuk membeli 5.000 lembar tiket atau seharga 150 ribu dolar AS saat
pertarungan ulang juara dunia kelas bulu WBA, Chris John melawan Rocky Juarez
di Stapples Center Los Angeles, Amerika Serikat, pada 27 Juni lalu yang
akhirnya ditunda.
Toni
Priatna mengatakan, pembelian tiket sebanyak itu sebagai kompensasi pemindahan
tarung ulang kedua petinju tersebut dari Houston,
Texas ke
Los Angeles.
Menurut dia, semula Golden Boy Promotions menetapkan bahwa tarung ulang kedua
petinju tersebut tetap digelar di
Hosuton, Texas
karena penontonnya cukup banyak. Pada saat pertarungan di Toyota Center
Houston, 28 Febuari 2009, daya tampung gedung tersebut 45 ribu penonton dan
terisi hanya du pertiganya.
Tetapi, manajer sekaligus pelatih Chris John, Craig
Christian minta kepada Golden Boy Promotions agar tarung ulang tersebut
dipindahkan ke Los Angeles dengan alasan dukungan terhadap Chris John kurang.
"Kalau nggak salah, orang Indonesia
yang datang dan memberikan dukungan kepada Chris John sekitar 100 orang
saja," katanya.
Akhirnya,
katanya, Golden Boy Promotions setuju memindahkan lokasi tarung ulang ke Los
Angeles dengan kompensasi kubu Chris John harus membeli tiket sebesar 150 ribu
dolar AS atau setara dengan sekitar 5.000 penonton di tribune biasa dan
VIP. "Kita tetap akan komitmen untuk memenuhi
biaya kompensasi pemindahan tempat itu semuanya dan yang sudah tersalurkan 50
ribu dolar AS sehingga untuk tarung ulang yang rencananya tetap di Los Angeles
akan diberikan sisanya 100 ribu dolar AS," katanya.
Pertarungan di Staples Center Los Angeles, Amerika
Serikat, pada 27 Juni lalu akhirnya ditunda karena petinju dengan julukan The
Dragon tersebut mengalami gangguan pernapasan atau "oxigen toxicity
syndrome" atau "oxygen intoxication". (FRS)
Lakers Dapatkan Ron Artest
Pertahanan Los
Angeles Lakers akan semakin kuat saja pada kompetisi NBA musim depan. Lakers
diberitakan telah mendapatkan pemain free agentRon Artest. Hal ini seperti
diungkapkan manajer umum Lakers Mitch Kupchak.
Namun, seperti diberitakan CBS, Rabu (8/7/2009), Lakers tidak mengumumkan
secara detail kontrak yang diberikan kepada Artest. Dia terkenal memiliki
pertahananan yang sangat kuat.
Buktinya, Artest pernah terpilih sebagai Pemain
Bertahan Terbaik NBA 2004. Bukan hanya itu, pemain 30 tahun itu juga pernah
terpilih sebagai All-Defensive First Team sebanyak dua kali (2004, 2006).
Praktis, Artest menambah tangguh skuad besutan Phil
Jackson tersebut dalam mempertahankan mahkota gelar juara NBA. Sayang, kedatangan
Artest mengancam posisi beberapa pemain yang sama dengannya Trevor Ariza dan
Lamar Odom.
Artest mengumpulkan rata-rata sekira 16.1 poin,
5.1 rebounds, 3.2 assists dan 2.06 steals dalam 604 kali bermain bersama Chicago,
Indiana, Sacramento
dan terakhir Houston. Selain
mendapatkan Artest, Lakers juga memperpanjang kontrak Shannon Brawn. (FRS)
Red Bull Cari Mesin Pabrikan
Red
Bull Racing belum menemukan pemasok dapur mesin yang tepat untuk RB5, musim
depan. Kendati, hubungan FIA & FOTA berangsur membaik dan berhenti saling
menebar ancaman, Red Bull masih mencari.
Awal tahun ini, Christian Horner dengan gamblang menyatakan perburuan mesin
guna memperkuat performa mereka, musim 2010. Apalagi, setelah FIA & FOTA
terlibat perang dingin, Horner memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan
Renault, yang sejak awal diyakini bakal absen kompetisi F1 musim depan.
Seperti disitat Formula1, Rabu (8/7/2009),
satu pertanyaan singkat sempat terlontar dari bos Red Bull Christian Horner,
April lalu, "Siapa yang tahu jenis mesin manufaktur yang akan dipakai
musim 2010?"
Namun, perang yang melibatkan aliansi tim FOTA berakhir Juni. Sebagai bagian
dari kesepakatan, FIA meminta komitmen manufaktur hingga akhir musim 2012.
Horner sudah bisa lega dan kabar terakhir menyebutkan skuad yang bermarkas di Milton
Keynes itu akan memakai jasa Mercedes. Sayang, Horner menyatakan
sebaliknya.
Kepada media Jerman AutoBild, Horner mengungkapkan, "Mesin Mercedes memang
bagus, tapi kami tak punya waktu mengadopsinya. Yah.. walaupun Brawn sudah
membuktikan ganti mesin dalam kondisi terdesak masih memungkinkan. (FRS)