Feris Musik

Kapan Mesti Ganti Oli?

 

 pertanyaan ini selalu menggantung erat di benak banyak orang, mengingat hanya sedikit pemilik mobil yang memiliki pengetahuan tentang lika-liku mesin mobil. Umumnya, kalau mengisi oli ke bengkel, maka bengkel akan mengisi kartu yang orang untuk kembali lagi setelah 5.000 kilometer. Bahkan, ada pula bengkel yang meminta orang untuk kembali setelah 2.500 kilometr. Apa pun jenis dan merek oli yang dibeli. 

 Dulu, di saat kualitas oli belum sebaik sekarang, penggantian oli untuk pemakaian sejauh 2.500-5.000 kilometer itu masih bisa diterima.  Namun, kini, di saat kualitas oli sudah jauh lebih baik, bahkan pada beberapa merek oli itu juga ditambah dengan additive, maka penggantian oli untuk pemakaian 2.500-5.000 kilometer menimbulkan gugatan. Yang pasti bengkel akan diuntungkan dengan semakin seringnya orang mengganti oli. Persoalannya apakah memang benar oli itu harus diganti secepat itu? 

 Di Amerika Serikat (AS), oli bisa dipakai untuk pemakaian lebih dari 10.000 kilometer. Padahal, rata-rata kendaraan di AS digunakan untuk perjalanan jauh dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam. Pertanyaannya adalah mengapa di AS oli tahan untuk pemakaian lebih dari 10.000 kilometer, sedangkan di Indonesia hanya tahan 2.500-5.000 kilometer. Padahal, jenis oli yang digunakan sama. 

 Di masa lalu, untuk oli yang didatangkan dari luar negeri selalu dilengkapi dengan keterangan oli itu bisa digunakan sampai berapa kilometer. Oli STP bahkan pernah mengklaim bisa digunakan sampai 25.000 kilometer. Sulitnya, saat ini, keterangan seperti itu tidak ada lagi. Bagi mobil-mobil papan atas, hal itu tidak menjadi persoalan, karena komputer yang terdapat di mobil yang akan mengingatkan kapan oli harus diganti. Lampu yang terdapat di dashboard akan menyala dan mengingatkan bahwa oli harus diganti. 

 Namun, beberapa pemilik mobil-mobil papan atas menyebutkan bahwa lampu peringatan untuk mengganti oli biasanya menyala setelah mobil digunakan antara 15.000-20.000 kilometer. Dan, apabila mobil dipacu dalam kecepatan tinggi untuk waktu yang lama, misalnya, sering digunakan untuk melakukan perjalanan jauh ke luar kota, maka nyala lampu peringatan semakin cepat. 

 Yang penting dijaga adalah jangan sampai volume oli dalam mesin kurang. Harus dijaga agar permukaan oli berada di tengah-tengah batas maksimum dan minimum. Bagi mobil-mobil yang sudah berumur, atau sudah tidak baru lagi, pemeriksaan tinggi permukaan oli di dalam mesin harus dilakukan lebih sering. Sebab, mungkin saja terjadi kecocoran sehingga jumlahnya berkurang. Jika volume oli di dalam mesin mobil jumlahnya cukup, maka kondisi mesin tetap terjaga bahkan sampai melampaui 10.000 kilometer. Dan, dalam membeli oli harus hati-hati karena saat ini banyak oli palsu yang beredar di pasar. (FRS)

 

Tips memilih heLm sebelum, berkendara

 

Bagi pengendara sepeda motor (biker) sejati, kebutuhan helm bukan sekadar mengikuti aturan berlalu lintas semata, namun juga sebagai pengamanan utama terutama pada bagian kepala.

Oleh karena itu, pemilihan helm tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Bentuknya pun harus memenuhi standar yang telah ditetapkan dan mampu melindungi bagian terpenting pada kepala.

Satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah faktor kenyamanan. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat banyak pengendara motor yang melakukan perjalanan lebih dari 1 jam berkendara. Belum lagi posisi duduk di motor yang tidak bisa sebebas dan senyaman mereka yang duduk di mobil.

Beberapa tips berikut yang bisa dipertimbangkan saat akan memilih dan membeli helm, antara lain:

1. Helm yang baik adalah helm yang bentuknya sudah memenuhi standar keamanan.
Hindari helm berbentuk cetok yang biasa dipakai oleh tukang atau kuli bangunan. Sebaiknya pilih helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan ruang yang cukup untuk memandang ke depan. Di pasaran, helm ini dikenal dengan nama helm cakil. Pastikan juga helm tersebut memiliki cangkang yang lumayan tebal dan tahan terhadap benturan.


2. Hindari pemilihan helm yang longgar karena nyaris tak memberi manfaat.
Jangan pula membeli yang terlalu sempit karena dapat mengganggu aliran darah dalam kepala, sehingga bukan tidak mungkin jika Anda merasakan pusing, sakit kepala, atau bahkan sesak napas. Cara terbaik adalah mencobanya di toko tempat Anda membeli. Jika terasa nyaman, baru dibeli.

3. Kenyamanan helm harus ditunjang dengan beratnya yang cukup ringan, sehingga tidak membebani kepala jika dipakai untuk perjalanan jarak jauh.

4. Pastikan kaca helm yang terpasang nyaman untuk memandang.
Kalau bisa, pilih mika yang bening dan tidak memiliki efek cembung atau cekung agar tidak membuat pusing kepala atau bahkan mengurangi jarak pandang.(FRS)
 

 

Menguras air radiator sendiri

 

1. Mesin dipanasi kira-kira 2-3 menit supaya air bersirkulasi sehingga kotoran pada larut.
2. Buka tutup atas radiator dan buka baut kuras di bawah radiator sehingga air ngocor keluar semua.
3. Tutup baut kuras di bawah dan isi radiator dengan air bersih hingga penuh.
4. Hidupkan mesin. Jika muka air turun silakan ditambah hingga penuh. Mainkan gas untuk mendorong water pump bekerja.
5. Buka baut kuras di bawah radiator suapaya air terbuang keluar sampai habis.
6. Tutup baut kuras
7. Buka ujung selang dari mesin yang nempel di kepala radiator (bagian atas)
7. Siapkan selang yang terhubung langsung dari kran air. Alirkan air ke radiator hingga penuh luber melalui mulut radiator.
7. Biarkan kran air terus mengalir dan hidupkan mesin.
8. Air akan mengalir keluar dari dalam rongga mesin melalui ujung selang atas yang dicopot dari kepala radiator. Ini fungsinya supaya kotoran2 di dalam mesin terbawa keluar.
9. Hidupkan mesin selama 10 menit terus sambil digas-gas. Kran air harus selalu mengalir.
10. Matikan mesin dan buka baut kuras di bawah.
11. Tutup baut kuras dan pasang lagi ujung selang ke kepala radiator.
12. Isi radiator dengan Coolant yang berkualitas baik sampai penuh. lalu hidupkan mesin. Jika air turun harus ditambah terus sampai muka air benar-benar nggak turun lagi.
13. Pasang lagi Tutup Radiator
14. Radiator mobil anda dijamin bersin dan segar. Untuk MOBIL BENSIN dan DIESEL, prosedurnya sama saja.

materi referensi:

Pengalaman pribadi dan cara ini dijamin lebih baik daripada dikuras di bengkel yang mekaniknya kurang telaten. (FRS)

Tips Mengemudi di jalan basah


  1. Jaga tekanan udara dalam ban sesuai anjuran. Ukuran tekanan udara yang pas ditentukan oleh pabrik mobil Anda dan dapat dibaca di sisi belakang pintu, di tiang pintu, di pintu laci dashboard atau di balik tutup tangki bahan bakar. Ukuran ini juga bisa dibaca di manual pemakai. Angka-angka yang tercetak di dinding ban bukanlah tekanan udara yang direkomendasikan untuk ban Anda, melainkan tekanan maksimum untuk ban itu. Periksalah tekanan udara ban Anda sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan.
  2. Cek kedalaman alur. Kedalaman yang cukup akan menghindari mobil tergelincir (slip) atau melayang di atas air (aquaplaning).
  3. Periksa ban Anda secara rutin.
  4. Kurangi kecepatan. Pada saat hujan, air bercampur dengan oli di atas permukaan jalan dan membuat permukaan jalan menjadi licin dan ban mudah slip. Cara terbaik untuk menghindari slip adalah mengurangi kecepatan. Di kecepatan lebih rendah lebih banyak alur ban akan bersentuhan dengan permukaan jalan dan daya cengkeramnya akan lebih baik.
 

Tips memilih suku cadang


KEBERADAAN beragam jenis suku cadang atau spare part mobil kadang membuat konsumen bingung. Pilihan mana yang tepat sebaiknya teliti dulu sebelum membeli.

Secara umum spare part khususnya suku cadang yang cepat diganti atau fast moving sparepart seperti busi, saringan oli, saringan bensin, atau saringan udara terdiri atas tiga kelas yang masing-masing tingkatan menunjukkan kualitas. Pertama adalah spare part original dengan kualitas bagus dengan harga yang mahal.

Kedua adalah spare part buatan Jepang dengan kualitas bagus dan harga yang agak murah. Sejumlah praktisi automotif menyatakan spare part jenis ini merupakan supplier dari barang orisinal, hanya mereknya saja yang berbeda. Mengapa harganya sedikit agak murah karena mereknya tidak harus beli. Ketiga adalah spare part lokal di mana komponen ini produk asli dalam negeri yang dibanderol dengan harga murah, namun kualitasnya pun kurang bagus.


Sebenarnya berbicara spare part asli atau palsu akan sangat relatif. Karena dalam setiap spare part ada tingkatannya. Untuk komponen orisinal tentunya mahal. Harganya bahkan ada yang dua hingga tiga kali lipat dengan harga spare part  lokal. Kalau spare part lokal Rp150.000, maka spare part orisinal bisa mencapai Rp350.000.

Untuk meminimalisasi kerugian akibat salah membeli spare part, konsumen dapat membeli buku spare part, atau buku pricelist. Namun, untuk pricelist biasanya hanya ada di original part. Memang cara ini dinilai akan membuat konsumen repot, namun tidak ada salahnya mencoba.

Secara umum, agar terhindar dari spare part palsu sebaiknya perlu memperhatikan sejumlah hal. Yang paling mudah mebedakan antara spare part asli atau palsu dapat dilihat dari kemasannya. Spare part asli biasanya dilabeli stiker hologram, sedangkan spare part palsu biasanya tidak dicantumi stiker hologram. Selain itu, setiap lengkung spare part palsu biasanya terlihat kasar (walaupun tipis/kecil), berbeda dengan spare part asli yang benar-benar mulus. Sedangkan untuk velg biasanya terasa lebih ringan dibandingkan velg lokal yang terasa berat.
 

Make a Free Website with Yola.